Yeni's Blog

just for fun *plaaak :D

CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE 11 Juli 2011

Hai haii….

Ohya! akhirnya setelah berjuang seama setahun di kelas 1, ternyata dengan tak terduga (?) aku bisa naik kelasss !!!!! woow~ dan tau gak? aku dapet juara looh, hohoho *sombong.

Okay, di post sebelumnya aku ada mau promosiin film kan yah, nah sekaranglah saatnya! haha,

CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE

itulah judulnya. film yang ‘menggoda’ dengan mario maurer sebagai salah satu pemeran utamanya, membuatku tidak bisa menahan ‘godaan’ dan mulai menontonnya.

Film ini bercerita tentang seorang cewek bernama Nam (Pimchanok Lerwisetpibol) yang berwajah jelek. terus dia jatuh cinta sama kakak kelasnya yang bernama Shone(Mario Maurer). nah, karena dia merasa kalau kak Shone itu begitu sempurna, maka dia juga ingin menjadi orang yang ‘pantas’ bersanding dengan pangerannya itu.

nah, dibantu dengan teman2nya, akhirnya Nam bisa berubah menjadi gadis cantik yang sangaaat cantiiiikkk. aku aja sampai pangling! hwaaa.

ceritanya ringan, menarik dan gak membosankan. So sweeettt, aissshh….
Bener2 wajib ditonton deh!

” Keberhasilan film Crazy Little Thing Called Love ini tak lepas dari keputusan sutradara film ini dalam menempatkan pemeran yang mampu dengan sangat baik menghidupkan setiap karakter yang mereka bawakan, khususnya Pimchanok Luevisetpaibool yang berhasil memerankan karakter Nam dan menjadikannya sebagai sesosok karakter yang sangat menyenangkan di balik seluruh keluguannya dalam mengenal cinta pertamanya. Karakter Nam sendiri menjadi terasa begitu hidup berkat dukungan tiga karakter sahabatnya yang selalu dapat diandalkan dalam memberikan berbagai adegan komedi untuk film ini.
Sebagai lawan main Pimchanok Luevisetpaibool, aktor muda blasteran Thailand-Jerman, Mario Maurer, memang sangat tepat untuk memerankan Chone yang menjadi idola seluruh gadis di sekolahnya. Walau sepertinya hal tersebut tidak membutuhkan kemampuan akting yang terlalu mendalam, penampilan Maurer sebagai Chone tidak sepenuhnya mengecewakan. Setidaknya ia juga berhasil dalam menampilkan sisi sensitif karakternya yang datang ketika karakter tersebut berhubungan dengan masalah masa lalu sang ayah atau perjuangannya dalam berusaha untuk membuktikan kemampuannya dalam bidang fotografi dan sepakbola.”
” Terlepas dari kisah “dongeng” tadi, ternyata CLTCL menyimpan realisme yang kuat dalam kisah yang dipaparkannya. Terutama bagi yang sempat mengalami kisah cinta tak berbalas saat masih duduk dibangku sekolah menengah. Konon lagi jika itu adalah cinta pertamanya. Adegan-adegan tertentu di film seperti mengulang kembali perasaan yang mengharu-biru itu dan sempat terpendam beberapa lamanya di benak. Dan kelebihan film adalah menampilkan perasaan itu dalam porsi yang cukup tanpa harus berlebihan. Yang lebih penting lagi adalah dengan elaborasi secara lebih realistik pada adegan-adegan pendukung untuk itu, sehingga membuat penonton dapat merasakan sentimen pribadi Nam pada Shone dan begitu juga sebaliknya. “
” Ya… jalan cerita Crazy Little Thing Called Love sangatlah sederhana dan cenderung cheesy. Sama sederhana dan cheesy-nya dengan pengalaman siapapun pada saat mereka sedang mengalami jatuh cinta untuk pertama kalinya. Dengan jalan cerita yang sangat familiar, jelas keunggulan utama film ini bukan berada pada departemen penulisan naskah. Walau begitu, naskah cerita yang ditulis oleh dua sutradara film ini, Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon dan Wasin Pokpong, sama sekali tidak buruk mengingat mereka berhasil memadukan jalan cerita yang sederhana dan familiar tersebut dengan elemen komedi yang banyak tercermin dari dialog-dialog yang segar di sepanjang film ini serta, tentu saja, kisah cinta yang mampu menyentuh siapapun yang pernah merasakan jatuh cinta itu sendiri.”source : http://amiratthemovies.wordpress.com/
Nam ~~
Aaah~~ adegan ini ~~

 

9 Responses to “CRAZY LITTLE THING CALLED LOVE”

  1. kkak shone u’re good looking boy

  2. Fadha Rifka Says:

    Crazy Little Thing Called Love memang film yang sangat bagus… Sebenarnya ceritanya sederhana dan jalan ceritanya gampang ditebak. Tetapi sutradara film ini cukup pintar untuk mengkemas film ini menjadi lebih baru dan lain dari yang biasanya. Ditambah pemeran-pemerannya yang main dalam film ini sangat cocok dengan karakternya masing-masing. Serta ketampanan Mario Maurer sebagai tokoh Shone yang memikat dan membangkitkan minat remaja putri untuk menonton film tersebut.

    • beehyeni Says:

      yaak, benar sekali!
      ceritanya emang kesannya ‘biasa aja’. tentang kisah cinta remaja2 pada umumnya. juga kisah2 yang sudah pernah ada sebelumnya, tentang gadis dengan wajah yang tidak begitu cantik namun ingin berubah demi orang yang disukainya. namun film ini bedaaaa~~ ada yang beda dan membuat kita tertarik. pemainnya luar biasa !!😀

      • Fadha Rifka Says:

        iya, mungkin kelainan film ini dari yang lainnya suasana yang ada di film ini mengingatkan kita pada saat kita dimana berada di posisi Nam. Jatuh cinta diam-diam kepada seseorang dan cukup lama. Dan berharap orang tersebut merespons kita sama seperti yang kita rasakan kepada mereka😀

  3. beehyeni Says:

    aaaah, benar-benar. perasaan. perasaan nam pada kak shone mengalir juga ke kita. seberapa keras dia berusaha dan berjuang, seberapa sedihnya dia ketika konflik dengan sahabatnya dan seberapa hancurnya dia saat tau kak shone sudah memiliki orang lain😥

    huwaaaa, pengen nonton lagi, lagi dan lagiii…..
    ^^

  4. yang PALING PENTING mnrtku,,, selain bagus ceritanya,, film ini juga SOPAN….
    ga ada adegan peluk apalagi cium,,,
    suasana romantis, bhgia, dsb… selalu bisa diwujudkan tnpa adegan tsb..
    HEBAT…

    Sebaiknya, film2 remaja INDONESIA,,, di model kaya gini niihh,,,

    ingat
    ….Tontonan=Tuntunan…

    • beehyeni Says:

      betul bangeet.
      gada adegan itu dan film ini tetep bisa romantis bangeet..
      ada cinta dan ada juga persahabatannya.

      hmm, iyaah..
      film2 remaja indonesia, khususnya SINETRON2nya, menurutku sangat MENGECEWAKAN
      episodenya banyak, tapi inti ceritanya ga dapet. ngikutin rating, terus ceritannya jadi berlebihan.

      kalau ‘sinetron’ luar, biar episodenya sedikit tapi ngena ke hati penontonnya. tetap diingat dan ceriannya juga bagus..

      semoga suatu hari film dan sinetron indonesia bisa berkembang dan bagus, apalagi kualitasnya..

      thankyouu
      ^^


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s