Yeni's Blog

just for fun *plaaak :D

Cerpen Ku….Judulnya “Saat Terakhir” 26 Agustus 2010

Filed under: ocehan gaje XD — beehyeni @ 7:56 PM
Tags:

SAAT TERAKHIR

Oleh : Yeni Nuraeni

Yaaak !!! Cerpen Pertama Saya !!!

Sudah di terbitkan,alias udah di print,terus dikasih deh ke guru,hehe.

Sebagai tugas Bahasa Indonesia pas aku masih kelas 9.2 di SMPN 03 Batam.

Selamat Membaca…..

“Teet….Teet….”bel SMPN 95 berbunyi.Semua siswa segera berlari menuju kelasnya,termasuk anak-anak 9.2.

Pelajaran pertama di kelas 9.2 adalah Bahasa Inggris.Gurunya bernama Pak Yos.Terkenal galak dan suka menghukum.Semua anak di sekolah itu takut padanya.

“Ra,,ayo lari ! !”teriak anak-anak kelas 9.2.Rupanya salah satu teman mereka,Vira,terlambat masuk kelas.Vira pun segera menambah kecepatan larinya.Jantungnya berdetak kencang.Sama seperti yang dirasakan teman-temannya.Pak Yos belum datang ke kelas,jadi mereka berharap Vira masih sempat masuk ke kelas.

Hanya beberapa langkah lagi untuk sampai ke pintu kelas,tiba-tiba Vira berhenti.Pak Yos berdiri tegak di depannya.Dengan alis terangkat dan tangan terlipat.Vira hanya bisa berdiri di tempatnya,ketakutan.

“Kenapa kamu terlambat ? Hormat bendera sampai jam pelajaran saya habis!” Vira hanya bisa pasrah.Dia berjalan menuju lapangan,diikuti pandangan sedih teman-temannya.

“Vira tadi kamu kenapa di luar ?”Tanya Bu Lusi ketika pergantian pelajaran.

“Tidak bu,tidak ada apa-apa.”Jawab Vira menunduk.

“Ayo,ceritakan.Kalau Vira tidak mau cerita,biar yang lain saja yang cerita.”

Semua terdiam.Tidak ada yang berani bicara,Sebenarnya mereka ingin sekali mengadu pada Bu Lusi,yang juga merupakan wali kelas mereka.Tetapi mereka malu bila diejek ‘Anak Mami’ oleh kelas lain.Walaupun tidak pernah bercerita tentang masalah-masalah yang mereka hadapi,Bu Lusi tetap tahu.Seakan ada suatu jalan yang menghubungkan pikiran seluruh anak-anak kepada Bu Lusi.

“Hmmm….tidak ada yang mau bicara ya..” Lanjut Bu Lusi lagi.

Lalu seorang anak laki-laki mengangkat tangan.Dia berdiri dan mulai bercerita.Setelah selesai diapun kembali duduk sambil sesekali melirik Vira.

“Itu masalahnya ? Kenapa tidak cerita.”Bu Lusi tersenyum kearah Vira.

“Nyaris terlambat.Tapi sayang sekali yang mengajar itu Pak Yos.Vira dan yang lain,jangan sedih.Kan Pak Yos memang begitu.Ayo dong semuanya senyum dulu.”

Semuanya masih terdiam.Kebanyakan tanpa ekspresi dan yang lainnya menunduk.

“Takut giginya lepas ya ? Tenang di rumah Ibu banyak kawat.!”

Satu per satu mulai tersenyum.Akhirnya dengan beberapa lelucon dari Bu Lusi,semua murid tertawa riang.Wali kelas 9.2 ini memang pandai mencairkan suasana.Anak-anak 9.2 menyukainya.Dengan sifat keibuannya membuat mereka merasa terlindungi,dan dengan sifatnya yang berbaur pada anak-anak dia bisa menjadi teman yang menyenangkan.Mereka semua merasa beruntung mempunyai wali kelas seperti Bu Lusi,terutama Vira.Dia menganggap Bu Lusi seperti ibunya sendiri,karena diusia 5 tahun,ibu Vira sudah meninggal.

“Nah,begitu dong! Masalah Pak Yos harus kalian ambil segi positifnya.Anak-anak,tadi pelajaran Pak Yos kalian belajar nggak ?”

“Paling cuma dimarahi  dan di nasehatin saja bu,”Jawab salah satu anak laki-laki.

“Hmm,kalau begitu,Vira beruntung berjemur dibawah terik matahari, apalagi pagi – pagi itu sehat lho, karena matahari mengubah provitamin D menjadi Vitamin D. Bagus untuk tulang. Tapi yang lain jangan ikut – ikutan terlambat. Mana tahu besok – besok Pak Yos mengajar yang penting, kalian enggak dapat ilmu deh!”

“Iya…Bu…” jawab anak – anak serempak.

“Nah, ada lagi punya masalah? Kalau ada masalah, belajarnya jadi enggak konsen. Ayo bagi – bagi ceritanya…”


Alhasil, 2 jam pelajaran yang seharusnya digunakan untuk belajar PKn, dialih-fungsikan menjadi sesi curhat guru-murid.

Menurut Bu Lusi, percuma belajar 2 jam, tapi tidak ada materi yang masuk, karena muridnya bermasalah. Daripada belajar sedikit dalam 2 jam dan masalah terselesaikan.

Sebelum bel istirahat pertama berbunyi, Bu Lusi memanggil beberapa anak yang berulang tahun di Bulan Agustus ini. Sudah tradisi kelas 9.2 untuk merayakan ulang tahun anak – anaknya di akhir bulan.

“Rafi , Maya, Lina , Agung , ayo maju.”Bu Lusi memberikan hadiah dan ucapan selamat diiringi lagu ‘Happy Birthday ‘ dari teman-temannya.Semuanya senang dan saling tertawa.Seksi dokumentar 9.2 segera mengambil kamera dan mengabadikan momen-momen berharga.Setelah bel istirahat berbunyi,Bu Lusi dan yang lainnya segera meninggalkan kelas.

Seminggu kemudian,ketika jam pelajaran Pak Yos habis dan waktunya PKn,Bu Lusi masuk dengan wajah sedih.Anak-anak bertanya kenapa wajah Bu Lusi begitu sedih,Bu Lusi pun mulai bercerita.

“4 hari lagi ibu akan dipindah-tugaskan ke SMPN 10.Jadi wali kelas dan guru PKn kalian akan diganti.”

Semua anak-anak 9.2 tampak kaget.Mereka sama sekali tak percaya kalau guru dan wali kelas tersayang mereka akan pergi meninggalkan mereka begitu cepat.Semuanya berontak.Tak rela guru tersayang mereka dipindah-tugaskan.

“Mau bagaimana lagi ?ini dari kepala sekolah.Sebenarnya ibu juga sayang sama kalian semua.Tapi…”Bu Lusi tidak bisa melanjutkan kata-katanya ketika semua anak memeluknya.Tak ada lagi yang melindungu dan menyayangi mereka saat mereka berbuat nakal dan dimarahi guru lain.Tak ada lagi yang mendengarkan curhatan mereka,tak ada lagi lelucon-lelucon yang menghibur mereka.Tak ada lagi semangat untuk belajar.Semuanya larut dalam kesedihan.


Ketika bel berbunyi dan Bu Lusi keluar kelas,ketua kelas 9.2,Arif,melarang mereka semua keluar dari kelas.

“4 hari lagi,Bu Lusi pergi.Dalam waktu itu kita harus jadi anak baik,riang,aktif.Pokoknya kita tidak boleh buat masalah supaya Bu Lusi bangga.Setuju ?”

“Setuju !!!” Jawab anak-anak 9.2 serempak.

“Bagaimana kalau kita buat kenangan yang tidak bisa dilupakan sama Bu Lusi.Buat saat-saat terindah supaya Bu Lusi tetap ingat sama kita.”Kata Vira.

Kembali anak-anak 9.2 berteriak serempak menyetujui usulan Vira.

Keesokan harinya,anak-anak 9.2 mulai menampakkan perubahan.Tidak terlambat masuk ke kelas,selalu membuat PR,menghormati guru-guru lain terutama Pak Yos.Menjadi anak aktif dan selalu bertanya danmenjawab pertanyaan dari guru lain.Mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh demi Bu Lusi.

“Waah,anak-anak 9.2 baik-baik ya!”

“Iya, PR nya  rajin dibuat.”

“Enak ya,Bu Lusi!”

Komentar dari guru lain tentang anak 9.2 terdengar dari ruang guru.Bu Lusi,yang kebetulan ada di sana tampak bingung.”Aneh”.Pikirnya.


Hari ini tidak ada pelajaran PKn di 9.2,jadi Bu Lusi tidak sempat masuk ke kelasnya.

Hari ke-2 tahap perubahan anak-anak 9.2 mereka menjadi lebih menyenangkan.Nilai ulangan mereka bagus-bagus.Ketika Bu Lusi masuk untuk melihat kelas,dia terkejut melihat perbedaan 9.2.Kelasnya bersih,indah,anaknya juga rapi-rapi.Pokoknya sangat berbeda.

“Ada apa nih ?”Tanya Bu Lusi.

Tidak ada yang menjawab.Semuanya hanya tersenyum.

Ketika bel pulang berbunyi,anak-anak 9.2 tetap tinggal di kelasnya.

“Besokkan Bu Lusi ulang tahun,kita kasih kue coklat saja.Bu Lusi kan paling suka kue coklat.”Kata Arif.

Semua anak-anak 9.2 menyetujui usulan Arif.

“Bagaimana kalau kita rayainnya dihari ke-4 aja.Besok kita kacangin Bu Lusi.Hari ke-4,baru kita kasih surprise. “Kata Vira.

“Setuju!!!”


Di hari ke-3 tahap perubahan,anak-anak 9.2 mulai mencueki Bu Lusi.Tidak ada satu anakpun yang mengucapkan selamat ke Bu Lusi.Bu Lusi bingung.”Kenapa yah anak-anak 9.2.Kok aneh.”Pikirnya.

Ketika pulang sekolah,anak-anak 9.2 berkumpul di rumah Vira.Mereka membuat kue coklat dan berbagai hiasan lain untuk Bu Lusi.Semuanya mereka lakukan dengan sungguh-sungguh.

Tibalah hari terakhir untuk Bu Lusi di SMPN 95 ini.Anak-anak  9.2 sangat sedih.Mereka diizinkan untuk tidak belajar seperti biasa.

Ketika Bu Lusi memasuki kelas yang pintunya tertutup,semua anak-anak 9.2 langsung bersorak-sorai dan menyanyikan lagu ‘Happy Birthday’.Ada yang membunyikan terompet,ada yang menaburkan potongan kertas warna-warni,pokoknya heboh.Tak lupa seksi dokumentar mengabadikan momen-momen itu.

Setelah lagu selesai ketua kelas mengeluarkan kue coklat buatan sendiri.Bu Lusi pun tidak tahan untuk tidak meneteskan air matanya.Beberapa muridpun juga ikut menangis.Kilatan-kilatan cahaya kamera menghiasi suasana haru di 9.2.Para murid pun ikut makan dan berfoto bersama.Bu Lusi sangat terharu.

“Ini adalah saat-saat terindah yang pernag ibu alami.Terima kasih ya,!”

Semua murid-murid memeluk Bu Lusi.Saat terakhir ini adalah saat yang akan susah dilupakan oleh Bu Lusi dan anak 9.2 yang lain.

Jam 3 sore,rumah Bu Lusi kedatangan tamu.Tak lain dan tak bukan adalah anak-anak 9.2.Mereka menyerahkan kado terakhir untuk Bu Lusi.Ketika Bu Lusi membukanya,ternyata kado tersebut adalah sebuah buku besar hasil buatan anak-anak 9.2.Isinya adalah foto-foto anak 9.2 dari awal masuk sampai saat ini.Selain itu juga berisi catatan-catatan hasil komentar anak-anak 9.2.

Mereka berharap,dengan adanya buku itu,Bu Lusi tidak akan pernah melupakan mereka.Buku berwarna coklat tua itu diberi judul “Saat terakhir bersama guru tercinta.”

Yaa…begitulah ceritanya,kalau ada kesalahan atau ada yg tidak sregg,mohon maaf lahir batin yaa..

Namanya juga baru belajar,semoga cerpen-cerpen selanjutnya smakin bagus !!!

Salam,Yeni😀

 

4 Responses to “Cerpen Ku….Judulnya “Saat Terakhir””

  1. TF Says:

    Ceritanya bsa di simak koq, bgus jga..
    Semangat buat cerpennya !!
    hhehe

  2. Siap Antar Kue Ulang Tahun, Halal, Model Unik & Menarik spt Foto Cake. http://www.KueUltahKalika.com atau http://www.KalikaCakeShop.com , telp (022)70553660

  3. […] dan cerpen yang pertama yaitu Saat Terakhir. […]


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s